Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dompak Akan Lebih Wow, Benarkah?

Now, jika jalan-jalan ke Pulau Dompak yang terlihat hanya gersang. Ada memang pepohonan, namun lebih banyak itu memang sudah tumbuh sejak pulau ini masih berupa hutan belantara. Sementara pepohonan yang ditanam, masih belum sepenuhnya jadi. Membosankan rasanya mengitari Dompak.

Jembatan Satu Dompak, diambil dari bawah Masjid Raya.
Latar belakang adalah Kota Tanjungpinang. F-dhewe
Tetapi akhir tahun ini, jika semua rencana yang dilakukan pemerintah selesai sesuai rencana, Pulau Dompak akan membuat bibir kalian berdecak sambil mengeluarkan kata wow. Bagi yang rajin lewat Dompak, pembangunan di pulau ini memang sudah dirasakan beberapa bulan terakhir. Setiap hari tampak pekerja menyelesaikan tugasnya masing-masing.

Eh, menyadari kalau aspal Jembatan Satu Dompak sekarang lebih mulus, nggak? Memang, pengaspalan jalan menuju kantor-kantor pemerintahan di Dompak sudah menjadi kebijakan pemerintah. Oke, itu jalan mulus buat pemilik sepeda motor dan mobil. Lantas, untuk pejalan kaki gimana, dong?

Trotoar sepanjang jalan pun sudah ada dalam rencana awal, jadi jangan sedih yang doyan lari, jalan cepat atau sekadar jalan kaki bersama keluarga. Dengan dibuatkan pedestrian khusus, yang pasti kenyamanan lebih terasa. Selama ini, warga yang memanfaatkan Sabtu dan Minggu untuk jalan santai harus memanfaatkan badan jalan, berbagi dengan pengendara kendaraan.

Ada memang jalan setapak di sisi kanan kiri jalan dan jembatan, namun belum ada pembatasnya. Lha ya mengkhawatirkan, kalau pas jalan-jalan anak-anak kita kurang hati-hati kecemplung laut.

Semakin banyak bangunan, semakin panas biasanya. Nah, ini nih yang juga dilakukan pemerintah. Yakni menanam banyak pepohonan di Dompak. Silakan datang ke Dompak now, kanan kiri jalan ditanami bebungaan dan pepohonan. Tanah-tanah hitam dikirim terus dengan lori, bibit tanaman dimasukkan ke Dompak, para pekerja sibuk setiap hari. Memang belum tampak sepenuhnya hijau, karena pasti butuh proses. Namun upaya menghijaukan Dompak menurutku bagus.


Tanaman butuh waktu untuk menancap kuat di tanah. Apalagi rumput hias, butuh waktu untuk bisa menutupi seluruh permukaan tanah yang dirambatinya. Terus ada juga beton beton bulat seperti bola dengan diamater kira kira 50 centimeter yang jumlahnya puluhan, ditaruh di pinggir jalan persis dengan jarak sama antara bola beton satu dengan lainnya. Lalu di atasnya dibentuk gambar pulau-pulau yang ada di Kepri dan diberi nama. Bisa buat memberikan wawasan tambahan untuk anak cucu nanti.

Calon trotoar untuk pejalan kaki di Dompak. F-dhewe
Yang nggak kalah cantiknya ialah pemasangan lampu jalan. Di atas Jembatan Satu, tiang listrik bukan asal tiang lurus. Melainkan dibentuk menyerupai layar kapal. Bentuknya sama dengan tiang listrik yang ada di bentangan Jembatan Sei Carang. Bayanganku, kalau toh nanti jalan-jalan malam hari warga nggak akan kegelapan.

Kemegahan sebuah pulau bisa dilihat saat pertama kali memasuki zonanya. Nah ini catat, di depan Jembatan Satu now lagi dibangun gapura atau pintu gerbang, lengkap dengan menara dan kubah. Tentu saja berukuran raksasa, lha lebar jalan di Jembatan Satu saja 14 meter, ada empat lajur jalan untuk kendaraan berlalu-lalang. Sebentar lagi, akhir tahun ini, semoga gapuranya sudah siap.

Masih ada lagi, bundaran pertama yang dijumpai setelah melawati jembatan Satu akan dibangun taman dengan fasilitas air mancur. Kemarin, aku lewat sana baru kerangka logo Pemprov kepri yang berdiri. Belum logo secara lengkap, melainkan baru rangkaian rantainya. Jika dihiasi lampu, air mancur, taman dengan pepohonan yang dipilih oleh ahlinya, wow. Pasti banyak diantara kalian yang ingin foto dengan latar belakang kemegahan Dompak.

Keindahan memang membutuhkan biaya. "Penyelesaian bangunan pelengkap Jembatan I Pulau Dompak akan dikerjakan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp 10,7 miliar. Sudah ada ikatan kontrak setelah ada rekomendasi dari KKJTJ," ungkap Abubakar kepada awak media, Senin (7/8/2017) sore, seperti dilansir tribunnewsdotcom.

Sebagai salah satu provinsi terkaya di Indonesia, aku sih nggak mempersoalkan anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan Dompak. Sebuah proyek yang berhasil dan membuat masyarakat bangga tentu membutuhkan duit yang nggak kecil. Asalkan apa yang dibangun memang dibutuhkan oleh masyarakat. Akan bangga jika pengunjung yang memasuki Istana Kota Piring (Dompak) berdecak kagum melihat kehebatan rancang bangun infrastruktur di Dompak juga suasana pulau yang hijau.

Apalagi saat ini sangat mudah menjadikan sebuah lokasi menjadi tujuan wisata. Media sosial, blogger, dan gampangnya mengambil foto lalu membaginya di jaringah sosial berbasik teknologi informasi membuat tempat wisata baru terus bermunculan. Tak mustahil jika Dompak memang nanti indah seperti dalam rencananya, akan banyak tukang promosi gratis yang dengan sukarela menyebarkan pesonanya.

Semoga benar Dompak lebih cantik, lebih elok, lebih eksotis. Membuat setiap orang yang pertama ke sini merasakan kangen untuk datang dan datang lagi. Dan bukan hanya katanya, melainkan kenyataannya Dompak memang wow. Pantas dipromosikan ke mana-mana. Ya wes, semoga. Yuk lihat videoku tentang Jembatan Satu Dompak yang kurekam pagi tadi;


Post a Comment for "Dompak Akan Lebih Wow, Benarkah?"