Menjelang Tidur
Saat malam ini kita tak bisa tidur karena habis ngopi, mungkin banyak yang terpikirkan di kepala kita. Apakah sisa pekerjaan yang dibebankan ke kita oleh kantor akan selesai besok? Atau bagaimana kita menghadapi jalanan macet sementara rapat mingguan akan dilakukan jam 07.00 pagi tepat? Seribu resah itu ada di otak kita malam ini.
Tetapi pernahkah kita berpikir lebih banyak lagi orang yang tak bisa tidur karena tak bisa makan dua hari? Bahkan untuk membeli secangkir kopi di kedai sebelah rumah? Saat kita membayangkan berkas kerja menumpuk, masih lebih banyak lagi orang yang merindukan punya pekerjaan tetap. Jalanan macet masih jauh lebih baik ketimbang orang-orang di luar kaca kendaraan yang mengenakan penutup kepala penahan panas karena harus menggali aspal kota untuk memasang kabel sebuah proyek? Saat kita memiliki jaminan keselamatan jiwa, mereka adalah orang yang tak seberuntung kita karena ketika terjadi kecelakaan anak dan istri mereka akan menangis bukan hanya kehilangan suami dan ayah. Tetapi bagaimana mereka bertahan tanpa beras dan tempat tinggal yang tak mampu terbayar lagi sewanya.
Malam ini kita membuka internet dan iseng iseng membuka video mesum karena merasa suntuk. Tak pernahkah kita berpikir betapa lebih suntuknya mereka yang ditangkap karena menyebarkan video mesum di internet dan penjara siap menanti mereka? Atau begitu banyaknya orang yang selama hidupnya tak pernah tahu seperti apa internet itu?
Lalu kita merasa kesal ketika malam ini hujan turun karena sinyal ponsel bermasalah, padahal bbm yang kita kirim ke rekan bisnis ditunggu di seberang sana. Kita lupa bahwa Tuhan menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Hujan adalah berkah bagi mereka yang sekian lama gagal panen karena kekeringan. Atau warga sekitar lokasi tambang yang selama ini sesak nafas karena debu beterbangan setiap kali roda alat berat melintas? Hujan adalah berkah.
Lalu pagi hari mendung dan gerimis turun, kita menggerutu karena jalanan ke kantor banyak tergenang air. Sementara itu begitu banyaknya orang yang pada waktu sama belum tahu mau ke mana karena tak memiliki pekerjaan tetep. Selalu ada yang terasa kurang di otak kita. Selalu ada yang tidak puas dalam kehidupan kita. Selalu ada rasa ingin lebih dari orang lain. Saat melihat orang lain, selalu ada yang kita pikirkan tentangnya. Sementara orang orang itu tidak sama sekali memikirkan kita. Memang selalu begitu manusia.
klik kami di http://metrosticker.wordpress.com
![]() |
F-ilustrasi. vehemment.blogspot.com |
Malam ini kita membuka internet dan iseng iseng membuka video mesum karena merasa suntuk. Tak pernahkah kita berpikir betapa lebih suntuknya mereka yang ditangkap karena menyebarkan video mesum di internet dan penjara siap menanti mereka? Atau begitu banyaknya orang yang selama hidupnya tak pernah tahu seperti apa internet itu?
Lalu kita merasa kesal ketika malam ini hujan turun karena sinyal ponsel bermasalah, padahal bbm yang kita kirim ke rekan bisnis ditunggu di seberang sana. Kita lupa bahwa Tuhan menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Hujan adalah berkah bagi mereka yang sekian lama gagal panen karena kekeringan. Atau warga sekitar lokasi tambang yang selama ini sesak nafas karena debu beterbangan setiap kali roda alat berat melintas? Hujan adalah berkah.
Lalu pagi hari mendung dan gerimis turun, kita menggerutu karena jalanan ke kantor banyak tergenang air. Sementara itu begitu banyaknya orang yang pada waktu sama belum tahu mau ke mana karena tak memiliki pekerjaan tetep. Selalu ada yang terasa kurang di otak kita. Selalu ada yang tidak puas dalam kehidupan kita. Selalu ada rasa ingin lebih dari orang lain. Saat melihat orang lain, selalu ada yang kita pikirkan tentangnya. Sementara orang orang itu tidak sama sekali memikirkan kita. Memang selalu begitu manusia.
klik kami di http://metrosticker.wordpress.com
Post a Comment for "Menjelang Tidur"